DaerahBerita.web.id – Persib Bandung resmi menerima denda sebesar Rp503,7 juta dari Asian Football Confederation (AFC) akibat pelanggaran disiplin dalam pertandingan Liga Champions Asia. Keputusan ini diumumkan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC, yang menyatakan bahwa Persib melanggar tiga pasal penting terkait pengelolaan keamanan suporter saat menjalani laga kandang melawan Bangkok United. Denda tersebut harus diselesaikan dalam waktu 30 hari setelah pemberitahuan resmi guna menghindari sanksi lanjutan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut, suporter Persib yang dikenal dengan sebutan Bobotoh melakukan pelanggaran serius. Mereka memasuki lapangan saat pertandingan masih berlangsung dan melakukan aksi pelemparan yang membahayakan jalannya pertandingan. Insiden ini melanggar Pasal 65 ayat , Pasal 35 tentang keamanan dan keselamatan penonton, serta Pasal 64 ayat dari Kode Disiplin dan Etik AFC. Ketiga pasal tersebut menegaskan kewajiban klub untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama pertandingan agar kompetisi berjalan lancar dan aman.
Kasus ini sebenarnya bukan yang pertama kali dialami Persib dalam musim kompetisi ini. Sebelumnya, klub asal Bandung tersebut juga dikenai denda sekitar Rp33 juta akibat pelanggaran administratif terkait penomoran kursi saat laga play-off melawan Manila Diggers. Sejumlah pelanggaran lain juga tercatat sepanjang Liga Champions Asia yang menambah beban finansial klub. Hal ini menunjukkan adanya tantangan berkelanjutan dalam pengelolaan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi AFC.
Menanggapi keputusan tersebut, manajemen Persib menyatakan menerima sanksi dengan penuh tanggung jawab. Mereka berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki sistem pengelolaan keamanan suporter agar insiden serupa tidak terulang. Pelatih Bojan Hodak juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap denda yang dijatuhkan, namun ia berharap sanksi tersebut bisa menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak di klub. “Kami harus mengambil ini sebagai perhatian serius agar keamanan pertandingan bisa lebih terjaga dan fokus utama tetap pada performa tim,” ujar Hodak dalam konferensi pers internal klub.
Denda yang dijatuhkan AFC memberikan tekanan tambahan bagi Persib di tengah persaingan ketat Liga Champions Asia. Pembayaran harus dilakukan dalam batas waktu yang ditentukan, jika tidak, klub bisa menghadapi sanksi lanjutan seperti pengurangan poin atau larangan bermain di kandang. AFC menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi disiplin dan keamanan adalah syarat mutlak demi menjaga integritas dan keselamatan kompetisi sepak bola tingkat Asia.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi klub-klub lain tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap perilaku suporter dan pelaksanaan aturan AFC. Pengalaman Persib bisa dijadikan contoh bahwa pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat denda besar dan gangguan fokus kompetisi. Manajemen Persib harus segera memperbaiki prosedur pengamanan di stadion GBLA, mulai dari koordinasi dengan aparat keamanan hingga edukasi kepada Bobotoh agar mendukung tanpa mengganggu jalannya pertandingan.
Sanksi ini juga membuka diskusi lebih luas tentang tantangan pengelolaan suporter di sepak bola Indonesia. Keberadaan Bobotoh yang sangat loyal dan fanatik memang menjadi aset besar bagi Persib, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat, dukungan mereka berpotensi menimbulkan risiko disiplin di tingkat internasional. Peran PSSI sebagai federasi sepak bola nasional pun penting untuk mengawal penerapan standar keamanan AFC secara konsisten di semua klub peserta kompetisi Asia.
Berikut ini ringkasan pelanggaran dan denda yang dijatuhkan kepada Persib dalam Liga Champions Asia 2025/26:
Jenis Pelanggaran |
Pasal AFC |
Detail Pelanggaran |
Denda (Rp) |
|---|---|---|---|
Keamanan Suporter |
Pasal 65 ayat , Pasal 35 |
Suporter memasuki lapangan dan pelemparan saat laga kandang vs Bangkok United |
503.700.000 |
Administrasi |
– |
Penomoran kursi tidak sesuai regulasi saat play-off vs Manila Diggers |
33.000.000 |
Dengan adanya catatan ini, Persib harus lebih waspada dalam mematuhi aturan AFC agar tidak menimbulkan konsekuensi finansial yang membebani anggaran klub. Selain itu, memperkuat koordinasi internal dan komunikasi dengan Bobotoh menjadi langkah strategis agar dukungan suporter tetap positif dan tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Ke depan, manajemen Persib juga didorong untuk berkolaborasi lebih erat dengan PSSI dan aparat keamanan lokal dalam merancang protokol pengamanan yang lebih efektif saat pertandingan kandang di Liga Champions Asia. Langkah ini penting agar Persib dapat fokus pada pencapaian prestasi tanpa terbebani gangguan administratif dan disiplin.
Sanksi disiplin dari AFC ini menegaskan bahwa standar keamanan dan kepatuhan regulasi di sepak bola Asia semakin ketat. Klub peserta harus menyiapkan diri dengan manajemen suporter yang profesional dan kepatuhan penuh terhadap aturan agar dapat bersaing secara optimal. Persib Bandung, sebagai salah satu klub besar Indonesia, wajib menjadikan pengalaman ini sebagai momentum perbaikan demi menjaga nama baik klub dan sepak bola nasional di kancah internasional.
Daerah Berita Berita Daerah Berita Informasi Terbaru