DaerahBerita.web.id – Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui kapal feri selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mencapai 381.165 orang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat adanya peningkatan mobilitas yang signifikan, khususnya didorong oleh arus balik yang mulai menguat sejak pertengahan Desember hingga akhir bulan. Kenaikan ini juga diikuti oleh jumlah kendaraan yang menyeberang, dengan dinamika khusus pada kendaraan logistik dan kendaraan roda dua yang mencerminkan pergeseran pola transportasi lintas pulau selama masa liburan akhir tahun.
Data resmi dari PT ASDP menunjukkan bahwa selama rentang waktu 15 hingga 30 Desember 2025, total penumpang yang menyeberang melalui rute Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali) mencapai angka yang cukup menggembirakan, yakni 381.165 orang. Titik puncak mobilitas tercatat pada hari terakhir tahun ini, di mana sebanyak 27.826 penumpang melakukan penyeberangan, meningkat 6,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menandai keaktifan arus balik yang ikut andil dalam lonjakan volume penumpang.
Kendaraan yang menyeberang sepanjang periode tersebut juga menunjukkan tren bertambah, dengan total 8.350 unit tercatat melintasi Selat Bali. Kategori kendaraan roda dua meningkat sebesar 24,6%, sementara kendaraan truk logistik mengalami lonjakan paling signifikan, yakni 34,6%. Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa “fleksibilitas perjalanan yang diperoleh masyarakat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik, menjadi faktor utama dalam peningkatan mobilitas selama libur panjang ini.” Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan menyesuaikan operasional kapal feri untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan kendaraan agar tidak terjadi hambatan selama masa liburan.
Menanggapi perkembangan ini, Menteri Perhubungan (Menhub) memberikan apresiasi khusus terhadap kesiapan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang yang telah berhasil menjaga kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru. Menhub menegaskan bahwa “koordinasi antara PT ASDP, pihak pelabuhan, serta instansi terkait sudah berjalan optimal untuk memastikan kesiapan layanan penyeberangan hingga arus balik Tahun Baru 2026.” Pernyataan Menhub ini sekaligus menggarisbawahi langkah pemerintah dalam menjaga konektivitas transportasi laut, yang menjadi tulang punggung mobilitas lintas pulau Jawa-Bali dalam masa puncak liburan.
Pengaruh peningkatan mobilitas ini tidak hanya terlihat dari statistik penumpang dan kendaraan, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan logistik di Bali dan sekitarnya. Stasiun Ketapang menjadi titik konsentrasi aktivitas penumpang naik turun kapal, mengukuhkan posisinya sebagai gerbang utama jalur transportasi laut antara Jawa dan Bali. Di sisi lain, Bandara Notohadinegoro di Jember melaporkan lonjakan penumpang yang signifikan pada penerbangan rute Jember-Bali, semakin mendemonstrasikan keterkaitan antara moda transportasi laut, udara, dan darat selama musim liburan akhir tahun.
Konteks sosial ekonomi di balik peningkatan mobilitas ini adalah tingginya minat masyarakat untuk menikmati liburan di Bali, sekaligus kebutuhan logistik yang meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru. Jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang tidak hanya melayani kendaraan pribadi dan penumpang, tetapi juga menjadi jalur vital distribusi barang dan logistik yang menyokong pasokan kebutuhan wisatawan serta penduduk lokal di Pulau Dewata.
Kategori |
Jumlah 15-30 Desember 2025 |
Kenaikan (%) Dibanding Tahun Sebelumnya |
|---|---|---|
Penumpang Kapal Feri |
381.165 orang |
6,4% |
Kendaraan Roda Dua |
4.250 unit (estimasi) |
24,6% |
Kendaraan Truk Logistik |
1.820 unit (estimasi) |
34,6% |
Total Kendaraan |
8.350 unit |
— |
Peningkatan signifikan kendaraan truk logistik tersebut menjadi indikator adanya pendorong kuat dari distribusi barang selama puncak konsumsi akhir tahun. Hal ini menunjukkan peran strategis jalur penyeberangan laut Gilimanuk-Ketapang dalam menjaga rantai pasok logistik lintas pulau terutama untuk kebutuhan pariwisata dan masyarakat di Bali.
Dilihat ke depan, kesiapan layanan penyeberangan dan koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi sangat penting agar arus balik berlangsung lancar tanpa gangguan berarti. Pemantauan cuaca dan potensi gangguan operasional juga terus dilakukan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama liburan Natal dan Tahun Baru ini menjadi sinyal positif pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali pasca pandemi COVID-19.
Heru Widodo menambahkan, “Kami terus meningkatkan kesiapan dan layanan operasional untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan lebih besar terutama pada masa arus balik. Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan layanan kapal feri dengan aman dan nyaman.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen mempertahankan kualitas layanan yang adaptif terhadap kebutuhan konsumen serta tantangan yang ada.
Secara keseluruhan, data dan pernyataan resmi dari PT ASDP serta Kementerian Perhubungan menggambarkan gambaran nyata mobilitas lintas pulau yang tinggi selama libur akhir tahun dengan sejumlah tantangan sekaligus peluang. Peningkatan volume penumpang dan kendaraan, terutama kendaraan logistik, memperkuat peranan jalur penyeberangan laut Gilimanuk-Ketapang sebagai tulang punggung konektivitas dan ekonomi regional. Pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat sinergi agar momentum ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan distribusi logistik di Bali dan Jawa.
Daerah Berita Berita Daerah Berita Informasi Terbaru