DaerahBerita.web.id – Manajemen Persib Bandung tengah mengantisipasi potensi kedatangan suporter Persija Jakarta secara ilegal ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 yang akan digelar minggu depan. Larangan keras bagi suporter tim tamu untuk bertandang ke GBLA tetap berlaku sebagai bagian dari regulasi Liga 1 musim ini. Untuk menghindari insiden yang berpotensi menimbulkan konflik, pihak Persib telah melakukan komunikasi intensif dengan manajemen Persija dan komunitas The Jakmania agar tidak ada suporter Persija yang hadir secara tidak resmi.
Adhitia Putra Herawan, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menegaskan bahwa manajemen Persib secara aktif meminta dukungan dari Persija dan para komunitas suporter mereka. “Kami meminta agar Persija dan The Jakmania membantu mengingatkan anggotanya agar tidak hadir di GBLA. Kami juga berharap komunitas suporter bisa berperan sebagai pengawas untuk melaporkan apabila ada indikasi suporter tamu yang mencoba masuk secara ilegal,” ujar Adhitia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini untuk menjaga keamanan dan ketertiban di stadion.
Pernyataan resmi terkait keamanan pertandingan juga disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mengimbau kedua kubu suporter untuk menjaga sikap dan menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu bentrokan. “Rivalitas antara Persib dan Persija memang sudah lama, tetapi kita harapkan semua pihak bisa menyalurkan dukungan dengan cara yang sportif dan damai. Keamanan menjadi prioritas utama agar pertandingan berjalan lancar,” jelas Pramono dalam konferensi pers yang dihadiri oleh awak media nasional. Sementara itu, Ricky Nelson, Asisten Pelatih Persija Jakarta, turut mengajak suporter untuk tetap memberikan dukungan maksimal tanpa melanggar regulasi pertandingan. “Kami menghargai aturan larangan suporter tamu dan berharap The Jakmania bisa mendukung tim dari jauh dengan cara yang positif,” ungkap Ricky.
Antusiasme Bobotoh sebagai suporter Persib terlihat dari habis terjualnya 26.000 tiket pertandingan yang disediakan secara resmi untuk laga di GBLA. Penjualan tiket yang mencapai angka penuh tersebut menunjukkan dukungan kuat dari warga Bandung dan sekitarnya untuk Persib. Namun, manajemen Persib mengingatkan agar suporter hanya membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari praktik penipuan dan memastikan keamanan akses di stadion. “Kami tidak bertanggung jawab atas tiket yang dibeli di luar jalur resmi. Hal ini penting demi menjaga kenyamanan dan keamanan selama pertandingan,” tambah Adhitia.
Regulasi Liga 1 musim 2025/2026 secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu dalam pertandingan di kandang lawan sebagai upaya mengurangi risiko bentrokan dan meningkatkan pengamanan stadion. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi tegas, baik dari pihak operator liga maupun aparat keamanan. Sanksi tersebut dapat berupa denda besar hingga pengurangan poin bagi klub yang melanggar. Langkah ini juga sejalan dengan arahan dari PT Liga Indonesia Baru yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pertandingan.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak Persib bersama aparat keamanan setempat akan meningkatkan pengawasan ketat di sekitar stadion GBLA. Penempatan personel keamanan tambahan di titik-titik strategis dan penggunaan teknologi CCTV menjadi bagian dari strategi pengamanan. Komunikasi lintas klub dan komunitas suporter juga diperkuat agar informasi terkait potensi gangguan bisa segera direspons. “Kami berharap dengan pendekatan ini, rivalitas yang sudah menjadi bagian dari sejarah sepakbola Indonesia tetap berakhir di lapangan tanpa menimbulkan konflik sosial,” ujar Adhitia.
Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta yang dikenal sangat sengit memang selalu menjadi perhatian khusus setiap kali kedua tim bertemu. Sejarah panjang persaingan ini kerap membawa tensi tinggi, sehingga pengelolaan keamanan menjadi sangat krusial. Dalam konteks Super League 2025/2026 yang baru berjalan, pengaturan seperti larangan suporter tamu dan pengawalan ketat di stadion merupakan langkah strategis yang diambil untuk mencegah eskalasi konflik.
Ke depan, kolaborasi antara manajemen klub, aparat keamanan, dan komunitas suporter akan menjadi kunci utama agar pertandingan berjalan aman dan tertib. Selain itu, edukasi terhadap suporter mengenai pentingnya etika dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangan juga terus digalakkan. Semua pihak berharap bahwa atmosfer pertandingan Persib vs Persija ke depan dapat menjadi contoh positif dalam pengelolaan rivalitas sepakbola Indonesia.
Aspek |
Detail |
Pihak Terkait |
|---|---|---|
Larangan Suporter Tamu |
Suporter Persija dilarang bertandang ke GBLA pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 |
PT Liga Indonesia Baru, PT Persib Bandung Bermartabat |
Antisipasi Manajemen Persib |
Komunikasi langsung dengan Persija dan komunitas The Jakmania untuk pencegahan |
PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan |
Pengamanan |
Penambahan personel keamanan, penggunaan CCTV, pengawasan ketat di area stadion |
Aparat keamanan lokal, manajemen Persib |
Tiket |
Habis terjual 26.000 lembar, hanya dijual melalui kanal resmi |
Manajemen Persib, Bobotoh |
Himbauan Resmi |
Ajakan menjaga ketertiban dan sportivitas dari Gubernur DKI dan Asisten Pelatih Persija |
Pramono Anung, Ricky Nelson |
Situasi pertandingan Persib vs Persija di GBLA pada Super League musim ini menjadi ujian penting bagi pengelolaan keamanan sepakbola nasional. Manajemen Persib, dengan dukungan penuh dari aparat dan komunikasi lintas klub, berupaya keras memastikan bahwa rivalitas klasik ini tetap sehat dan tidak menimbulkan gangguan sosial. Hasilnya akan menjadi cermin bagi pengelolaan pertandingan serupa di masa mendatang, serta menunjukkan kesiapan sepakbola Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan dan sportivitas di era kompetisi profesional yang semakin kompetitif.
Daerah Berita Berita Daerah Berita Informasi Terbaru