Rekor Penjualan 4 Juta Tiket Kereta KAI Libur Nataru 2025

Rekor Penjualan 4 Juta Tiket Kereta KAI Libur Nataru 2025

DaerahBerita.web.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat rekor baru dengan penjualan tiket kereta api selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang mencapai lebih dari empat juta tiket. Angka ini menandai kenaikan signifikan sekitar 9 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang hanya mencatat 3,73 juta tiket terjual. Data tersebut dikumpulkan selama rentang waktu dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, menggambarkan lonjakan mobilitas masyarakat yang berdampak langsung pada sektor transportasi kereta api di wilayah Jawa dan Sumatra.

Peningkatan tajam dalam penjualan tiket ini sekaligus menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin memanfaatkan moda transportasi publik, khususnya kereta api, saat libur panjang. VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa total tiket terjual mencapai 4.068.603, mencakup penumpang jarak jauh dan lokal. “Okupansi kereta api bahkan melampaui 100 persen di beberapa rute strategis, khususnya menjelang puncak arus balik yang mulai terasa sejak awal Januari 2026,” ujarnya. Hal ini sekaligus memperlihatkan keberhasilan KAI dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dengan penambahan kapasitas armada.

Penjualan tiket jarak jauh tetap menjadi primadona, dengan rute-rute utama di wilayah Daerah Operasi (Daop) Jakarta seperti Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir yang menjadi pusat pemberangkatan. Selain itu, rute lokal juga menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama pada kereta ekonomi komersial yang menyediakan alternatif perjalanan terjangkau. “Kami juga mengapresiasi tingginya respons masyarakat terhadap program diskon tarif sebesar 30 persen yang kami gelar sejak 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026,” kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI. “Sebanyak sekitar 1,3 juta tiket dari kuota 1,5 juta kursi diskon telah habis terjual, menunjukkan efektivitas program kami dalam mendorong mobilitas pada musim liburan ini.”

Adanya program diskon ini tidak hanya sekadar upaya meningkatkan penjualan tiket, tetapi juga bertujuan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan praktis selama libur Nataru. KAI turut mengoptimalkan layanan dengan memperkenalkan teknologi boarding face recognition di sejumlah stasiun besar untuk mempercepat proses boarding dan mengurangi waktu antre. Teknologi ini sangat membantu terutama pada hari-hari puncak yang menghadirkan lonjakan penumpang sangat tinggi.

Baca Juga  Dampak Naik 15% Kendaraan Tol Ngemplak pada Ekonomi Solo

Dalam hal armada, kereta api Joglosemarkerto menjadi sorotan utama sebagai kereta terfavorit selama masa libur Nataru. Kereta ini melayani rute yang menghubungkan jaringan di Jawa Tengah dengan tingkat keterisian yang rata-rata melampaui 100 persen kapasitas. “Kami melihat tren pemesanan untuk KA Joglosemarkerto sangat stabil dan menjadi favorit di kalangan masyarakat yang melakukan perjalanan antar kota besar,” tambah Anne Purba. Sepuluh stasiun paling favorit lainnya juga berhasil diidentifikasi, dengan Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir di Jakarta, serta Stasiun Yogyakarta dan Surabaya Pasarturi menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama.

Selain memastikan ketersediaan tiket, PT KAI juga mengatur strategi operasional demi mengakomodasi arus balik pasca-liburan. Penambahan kereta api dan jadwal penyesuaian intensif dilakukan untuk menghindari kepadatan berlebih dan meningkatkan kenyamanan penumpang. Ketika puncak arus balik dimulai sekitar tanggal 3 Januari 2026, petugas di stasiun Daop Jakarta melaporkan keberhasilan penanganan mobilitas dengan catatan keterisian kereta api tetap terkendali meski sangat padat.

Lonjakan penjualan tiket ini sekaligus menjadi cerminan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Hal tersebut juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi lokal, terutama di industri transportasi dan pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah penumpang, destinasi wisata di wilayah Jawa dan Sumatra mendapatkan sentuhan multiplikatif dari sisi ekonomi. Namun, PT KAI tetap mengimbau para pengguna jasa untuk selalu memperhatikan jadwal keberangkatan dan protokol kesehatan guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Melihat data ini, KAI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik secara berkelanjutan. “Kami bertekad untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan, mulai dari penambahan armada, teknologi pelayanan, hingga program promosi tertentu agar kebutuhan mobilitas masyarakat terpenuhi optimal, terutama saat peak season seperti Natal dan Tahun Baru,” kata Bobby Rasyidin. Dengan kesiapan yang terencana dan responsif, KAI berharap dapat menjadi solusi transportasi utama yang mendukung konektivitas nasional.

Baca Juga  Dampak Serangan AS ke Venezuela pada Harga Emas Global 2026

Tren penggunaan kereta api yang terus meningkat selama periode Nataru ini juga membuka ruang bagi pemerintah dan pelaku industri transportasi untuk mengembangkan infrastruktur, meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor. Dalam jangka panjang, data penjualan tiket dan perilaku perjalanan ini merupakan bahan evaluasi penting guna menyusun strategi transportasi publik yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelanggan di masa depan akan merasakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien.

Kategori
Jumlah Tiket Terjual
Persentase Kenaikan
Periode Penghitungan
Total Tiket Nataru 2025/2026
4.068.603 tiket
+9,06%
18 Desember 2025 – 4 Januari 2026
Tiket Diskon 30%
±1,3 juta tiket
22 Desember 2025 – 10 Januari 2026
Tiket Nataru Tahun Sebelumnya
3,73 juta tiket
Nataru 2024/2025

Keseriusan PT KAI dalam mengelola lonjakan penumpang selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tidak hanya terlihat dari jumlah tiket terjual, tetapi juga dari aspek pelayanan dan inovasi yang terus dikembangkan. Data penjualan dan evaluasi arus balik menjadi titik penting untuk memastikan kesiapan angkutan umum di masa-masa mendatang. Bagi masyarakat Indonesia, kereta api bukan hanya soal transportasi, tetapi menjadi pilihan cerdas yang mendukung mobilitas nyaman dan efisien saat liburan.

Tentang Arya Prasetyo

Arya Prasetyo adalah Jurnalis Senior dengan fokus pada kuliner dan tren makanan di Indonesia. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia pada 2008, Arya memulai karier jurnalistiknya pada 2010 dan telah mengabdikan lebih dari 12 tahun dalam meliput dunia kuliner. Ia pernah bekerja di beberapa media nasional terkemuka seperti Kompas dan DetikFood, dengan spesialisasi mengulas kuliner tradisional serta inovasi kuliner modern. Arya dikenal luas berkat seri artikel mendalamnya tentang warisa

Periksa Juga

Dampak Serangan AS ke Venezuela pada Harga Emas Global 2026

Dampak Serangan AS ke Venezuela pada Harga Emas Global 2026

Analisis mendalam pengaruh serangan AS ke Venezuela terhadap harga emas global dan strategi investasi aman di tengah volatilitas pasar logam mulia.