DaerahBerita.web.id – Liam Rosenior, pelatih asal Inggris yang saat ini menangani RC Strasbourg, dilaporkan telah tiba di London dan menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Enzo Maresca sebagai pelatih kepala Chelsea. Keputusan ini muncul menyusul pemecatan Maresca akibat rangkaian hasil buruk dan ketegangan internal yang menggoyang stabilitas tim di tengah kompetisi Premier League 2025/2026. Chelsea, yang kini berada di bawah manajemen BlueCo dan kepemilikan Todd Boehly, dikabarkan tengah menyiapkan kontrak berdurasi dua setengah tahun untuk Rosenior, menandai babak baru bagi klub di musim yang penuh tekanan.
Perjalanan karier Liam Rosenior tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya sebagai pemain profesional di Inggris, serta transisi mulusnya menuju dunia kepelatihan. Sebelum mengemban jabatan pelatih kepala di RC Strasbourg, Rosenior pernah menjadi asisten pelatih dan pelatih tim U-23 di Brighton & Hove Albion. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang karakteristik sepak bola Inggris sekaligus adaptasi strategi di level Eropa, khususnya di Ligue 1 Prancis. Pada usia yang relatif muda untuk pelatih kepala, yaitu awal 40-an, Rosenior dikenal sebagai sosok visioner dengan pendekatan modern, mengutamakan pengembangan pemain muda dan taktik fleksibel. Hubungan erat antara RC Strasbourg dan Chelsea melalui BlueCo memberikan sinergi tersendiri dalam proses transfer dan pertukaran ide, yang diyakini memperlancar negosiasi pengangkatan Rosenior.
Proses resmi pengangkatan Rosenior sebagai pelatih Chelsea saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. Sumber dari manajemen klub mengungkapkan bahwa Rosenior telah menjalani serangkaian wawancara intensif dengan jajaran eksekutif BlueCo dan Todd Boehly, yang mencari figur pelatih mampu membawa Chelsea kembali ke persaingan papan atas. Kontrak berdurasi dua setengah tahun disiapkan, menandakan kepercayaan jangka menengah yang diberikan kepada Rosenior untuk membangun fondasi tim. Di sisi lain, Calum McFarlane, yang saat ini menjabat sebagai caretaker pelatih Chelsea, menyatakan belum menerima informasi resmi terkait perubahan manajemen pelatih. Pernyataan tersebut mencerminkan dinamika internal klub yang masih berlangsung secara tertutup, sekaligus menegaskan bahwa pengumuman publik masih menunggu waktu tepat dari pihak klub.
Tantangan terbesar yang menanti Rosenior adalah mengembalikan performa Chelsea di Premier League yang saat ini menurun drastis, serta menjaga konsistensi di Liga Champions yang menjadi target utama klub. Dengan skuad yang dibangun oleh manajemen BlueCo, termasuk pemain kunci seperti Marc Cucurella dan Raheem Sterling, Rosenior harus mampu menggabungkan gaya bermain agresif dan pragmatis agar Chelsea dapat finis di empat besar. Selain itu, stabilitas tim dan atmosfer positif di ruang ganti menjadi fokus utama demi menghindari konflik internal yang sempat menghantui era Maresca. Berbagai analis sepak bola dan media internasional, termasuk Fabrizio Romano dan jurnalis Prancis Rudy Galletti, mengamati bahwa pengangkatan Rosenior bisa menjadi tanda perubahan filosofi manajemen Chelsea, menitikberatkan pada pembinaan jangka panjang dan integrasi pemain muda.
Respon publik dan fans Chelsea terhadap rumor pengangkatan Rosenior cukup beragam. Sebagian besar pendukung klub menyambut baik sosok pelatih muda yang dinilai punya visi segar dan gaya kepelatihan progresif. Namun, ada juga kekhawatiran terkait kurangnya pengalaman Rosenior di level Premier League sebagai pelatih kepala, yang selama ini menjadi sorotan utama dalam sejumlah spekulasi. Media Inggris dan Prancis mencatat bahwa manajemen Chelsea harus memberikan dukungan penuh agar Rosenior dapat beradaptasi dengan cepat dalam tekanan tinggi Liga Inggris. Sementara itu, BlueCo dan Todd Boehly diharapkan memfasilitasi proses pembangunan tim yang lebih solid, termasuk kebijakan transfer yang terarah dan terukur.
Dalam beberapa minggu ke depan, pengumuman resmi dari Chelsea sangat dinantikan oleh publik dan para pengamat sepak bola. Penunjukan Rosenior tidak hanya akan menjadi titik balik manajerial, tetapi juga menentukan arah strategi klub dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan tuntutan tinggi dari fans serta media, pelatih baru Chelsea harus segera menunjukkan dampak positif agar target-target besar seperti posisi empat besar Premier League dan keberhasilan di Liga Champions dapat tercapai. Proses transisi ini juga menjadi ujian bagi BlueCo dalam menerapkan visi kepemilikan modern dan profesional di salah satu klub terbesar Inggris.
Aspek |
Liam Rosenior |
Enzo Maresca |
|---|---|---|
Posisi |
Pelatih Kepala RC Strasbourg |
Pelatih Kepala Chelsea (sebelum dipecat) |
Usia |
Awal 40-an |
Awal 40-an |
Pengalaman Pelatihan |
Brighton U-23, RC Strasbourg |
Pelatih muda, debut di Chelsea |
Hubungan dengan Chelsea |
Melalui koneksi BlueCo dan kepemilikan bersama |
Pelatih internal Chelsea |
Durasi Kontrak yang Direncanakan |
2,5 tahun |
Sekitar 1 musim (berakhir dengan pemecatan) |
Target Utama |
Finis empat besar Premier League, stabilitas Liga Champions |
Meningkatkan performa Premier League (gagal) |
Keputusan ini menandai babak baru yang penuh harapan sekaligus tantangan bagi Chelsea FC. Liam Rosenior harus segera beradaptasi dengan tekanan besar dan ekspektasi tinggi dari manajemen BlueCo serta fans yang haus akan prestasi. Sementara itu, Chelsea akan mengandalkan dukungan penuh dari Todd Boehly dan jajaran manajemen agar proses pembangunan tim berjalan lancar, demi mengembalikan kejayaan klub di kancah domestik dan Eropa. Penantian pengumuman resmi menjadi momen penting yang akan menentukan langkah strategis Chelsea di tengah musim yang kritis.