ASUS Luncurkan Ekosistem AI Bisnis Terbaru di CES 2026

ASUS Luncurkan Ekosistem AI Bisnis Terbaru di CES 2026

DaerahBerita.web.id – ASUS resmi memperkenalkan ekosistem perangkat bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) di ajang CES 2026 di Las Vegas, menandai langkah strategis dalam mendukung produktivitas kerja hybrid dan kreativitas profesional. Melalui serangkaian inovasi teknologi terbaru, ASUS menghadirkan berbagai perangkat yang didukung prosesor terkini dan fitur AI on-device, menjawab kebutuhan dunia bisnis yang semakin mengandalkan teknologi pintar untuk efisiensi dan keamanan. Peluncuran ini sekaligus menegaskan komitmen ASUS untuk memperkuat posisinya dalam pasar perangkat bisnis dan gaming yang kompetitif.

Pada gelaran CES 2026, ASUS memperkenalkan beberapa produk unggulan yang mengusung teknologi AI mutakhir. Zenbook A14 dan A16 menjadi sorotan utama sebagai laptop bisnis dengan prosesor Snapdragon X2 Elite yang menawarkan portabilitas tinggi dan efisiensi daya optimal. Kedua model ini dirancang untuk menunjang mobilitas pekerja hybrid yang membutuhkan perangkat ringan namun kuat, lengkap dengan AI on-device untuk meningkatkan performa tanpa ketergantungan koneksi internet. Selain itu, ASUS menghadirkan V400 AiO, all-in-one PC pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi Copilot+ dan prosesor Snapdragon X, mempermudah alur kerja bisnis modern dengan kecerdasan buatan yang responsif.

Tidak kalah menarik adalah Zenbook DUO yang dibekali dengan layar ganda OLED 14 inci serta prosesor Intel Core Ultra X9, dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) berkapasitas hingga 50 TOPS. Kombinasi ini memungkinkan multitasking tingkat tinggi dan optimalisasi beban kerja kreator profesional yang mengandalkan performa grafis dan AI secara simultan. ASUS juga memperkenalkan ExpertBook PM3, laptop bisnis yang dirancang dengan fokus pada keamanan berstandar enterprise dan durabilitas yang telah diuji berdasarkan standar militer, sesuai kebutuhan pekerja hybrid yang kerap menghadapi kondisi lingkungan beragam.

Baca Juga  Keamanan Siber Indonesia 2025: 12 Kasus Terbaru dan Dampaknya

ASUS secara konsisten menempatkan dukungan kerja hybrid sebagai fokus utama dalam pengembangan produk. Tren kerja hybrid yang terus meningkat, sebagaimana didukung data survei dari Gallup dan McKinsey, menuntut perangkat yang tidak hanya tangguh dan portabel tapi juga cerdas dan aman. ASUS menjawab tantangan ini dengan menghadirkan fitur AI on-device yang memungkinkan pengolahan data secara lokal, mengurangi risiko gangguan koneksi dan meningkatkan privasi data perusahaan. Selain itu, durabilitas perangkat seperti ExpertBook PM3 yang melewati serangkaian uji standar militer memastikan perangkat dapat diandalkan dalam berbagai situasi kerja, dari kantor hingga lokasi lapangan.

Ekosistem bisnis ASUS semakin diperkuat dengan peluncuran lini ExpertBook PM3 yang mengusung desain scalable dan mudah di-upgrade, memberikan fleksibilitas investasi jangka panjang bagi perusahaan. Strategi ini sejalan dengan kebutuhan bisnis yang mengutamakan kemudahan pemeliharaan dan adaptasi teknologi terbaru tanpa harus mengganti perangkat secara keseluruhan. Di sisi lain, ASUS Republic of Gamers (ROG) tetap menjadi bagian integral dari ekosistem inovatif dengan menghadirkan produk gaming yang menggabungkan layar ganda dan teknologi prosesor terbaru, seperti NVIDIA RTX 5090, untuk memberikan pengalaman gaming dan kreatif yang maksimal.

Langkah strategis ASUS juga mencakup rencana pengembangan fasilitas produksi DRAM sendiri, sebagai antisipasi terhadap tantangan global di sektor rantai pasok komponen elektronik. Upaya ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menjaga ketahanan pasokan dan menurunkan ketergantungan pada pihak ketiga, sekaligus meningkatkan daya saing produk ASUS di pasar global.

Dalam sesi peluncuran resmi, Yulianto Hasan, perwakilan ASUS Indonesia, menyampaikan, “ASUS berkomitmen menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya memenuhi tuntutan era kerja hybrid, tetapi juga mendorong produktivitas dan kreativitas para profesional. Inovasi AI on-device yang kami integrasikan menjadi kunci utama agar pengguna dapat bekerja secara efektif dan aman dalam berbagai kondisi.” Sementara itu, Eric Khoven menekankan pentingnya kolaborasi teknologi dan desain dalam menghadirkan perangkat yang sesuai kebutuhan pasar bisnis modern.

Baca Juga  X Terapkan Kebijakan Ketat Cegah Grok Buat Gambar Telanjang

Data dari Gallup dan McKinsey semakin memperkuat relevansi produk ASUS di era kerja hybrid. Menurut survei tersebut, sebagian besar perusahaan kini mengadopsi model kerja hybrid yang menuntut perangkat dengan kemampuan AI untuk mendukung pengolahan data secara real-time dan keamanan data yang ketat. Dengan kemampuan AI on-device, perangkat ASUS memungkinkan pengolahan data secara lokal tanpa harus bergantung pada koneksi internet, yang menjadi keunggulan dalam menjaga kesinambungan kerja dan privasi informasi perusahaan.

Keunggulan produk ASUS dalam mendukung kerja hybrid dan AI on-device membawa dampak signifikan bagi industri teknologi dan bisnis. Perangkat yang mampu meningkatkan produktivitas dan keamanan secara bersamaan membuka peluang bagi perusahaan untuk lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pola kerja. Selain itu, inovasi ini juga mendongkrak posisi ASUS sebagai pemimpin di segmen laptop bisnis dan gaming, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan teknologi AI yang lebih terintegrasi di masa depan.

Dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan di CES 2026, ASUS memantapkan diri sebagai salah satu pelopor dalam ekosistem AI bisnis yang mendukung tren kerja hybrid. Langkah ini tidak hanya memberikan solusi teknologi yang relevan bagi pekerja dan perusahaan, tetapi juga memperkuat fondasi ASUS dalam menghadapi dinamika pasar global serta kebutuhan pengguna yang terus berkembang. Ke depan, pengembangan teknologi prosesor, AI on-device, dan keamanan perangkat akan menjadi kunci bagi ASUS untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dan memberikan nilai tambah nyata bagi penggunanya.

Tentang Rahmat Aditya Pranata

Rahmat Aditya Pranata adalah Business Analyst berpengalaman dengan lebih dari 10 tahun khusus di industri startup Indonesia. Ia menyelesaikan studi Sarjana Sistem Informasi di Universitas Indonesia dan meraih sertifikasi CBAP (Certified Business Analysis Professional) pada tahun 2015, yang menegaskan keahliannya dalam analisis bisnis dan pengembangan produk startup. Selama kariernya, Rahmat telah menjadi bagian penting dalam beberapa startup teknologi yang sukses, membantu mengoptimalkan proses

Periksa Juga

Jam Kiamat 85 Detik ke Tengah Malam: Risiko Nuklir & AI Terbaru

Jam Kiamat 85 Detik ke Tengah Malam: Risiko Nuklir & AI Terbaru

Jam Kiamat kini 85 detik ke tengah malam, ancaman nuklir, perubahan iklim, dan teknologi AI Mirror Life meningkat. Waspadai risiko global terkini.