Lonjakan Antrean Tiket Planetarium TIM Jakarta Terbaru

Lonjakan Antrean Tiket Planetarium TIM Jakarta Terbaru

DaerahBerita.web.id – Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta kembali menjadi magnet wisata edukasi dengan lonjakan pengunjung yang membludak terhitung sejak akhir pekan lalu. Antrean tiket on the spot di lokasi mencapai puluhan hingga ratusan orang, terutama setelah tiket yang dijual secara online di platform loket.com habis dalam hitungan menit. Salah satu pengunjung, Gisel, warga Tangerang, bahkan rela mengantre sejak pukul 7 pagi, berharap mendapatkan tiket dalam kuota terbatas yang disediakan. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyambut pembukaan kembali Planetarium TIM pasca renovasi teknologi AI dan infrastruktur modern yang menjadikan lokasi ini primadona edukasi astronomi di Jakarta.

Antrean panjang terlihat sejak pagi di pintu masuk Teater Bintang Planetarium, dengan pengelola PHPT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengatur ketat distribusi tiket yang sebagian besar telah dibagi melalui penjualan daring. Gisel mengaku antre sejak pagi untuk menghindari kehabisan, “Saya datang sejak jam 7 pagi, padahal pertunjukan baru pukul 10. Memang tiket online sudah habis, jadi kami berharap kuota on the spot masih tersedia.” Sayangnya, tak semua pengunjung seperi Yaya beruntung, yang sempat kecewa karena kuota tiket on the spot yang hanya 70 untuk umum dan tambahan khusus pelajar dan penyandang disabilitas cepat habis. Petugas keamanan yang ditempatkan secara khusus ikut mengatur antrean agar tidak terjadi kerumunan tak terkendali, sekaligus mencegah praktik calo yang sempat muncul isu di media sosial.

Sistem penjualan tiket Planetarium TIM dirancang dengan skema transparan pembagian kuota 50 persen dialokasikan secara online lewat kanal resmi loket.com dan 50 persen lagi dijual langsung di loket on the spot satu jam sebelum pertunjukan. Sesuai pernyataan Anya A. Christiana, Head of SBU TIM Jakpro, jumlah tiket untuk setiap sesi pertunjukan dibatasi ketat: 70 tiket umum, 20 tiket untuk rombongan pelajar, dan 5 tiket disediakan bagi penyandang disabilitas. Jadwal pertunjukan di Teater Bintang dijalankan setiap Selasa sampai Minggu, dengan sesi jam dan pembagian pengunjung berbeda agar kapasitas ruangan terpenuhi secara maksimal tanpa melanggar protokol keamanan.

Baca Juga  Intimidasi Teror bagi Aktivis & Influencer Kritis di Batam 2025

Isu calo tiket Planetarium yang beredar sempat memicu keresahan di masyarakat. Namun, Jakpro dan pengelola menegaskan bahwa sistem penjualan tiket sudah dilengkapi pengawasan ketat untuk meminimalkan percaloan. “Kami selalu memantau transaksi online dan penjualan langsung dengan sistem kuota yang telah ditetapkan, harga tiket pun tetap terjangkau yakni Rp10 ribu selama masa promo pembukaan,” ujar Anya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menekankan pentingnya transparansi agar seluruh warga mendapatkan akses edukasi astronomi tanpa hambatan.

Planetarium TIM sendiri merupakan fasilitas yang mengalami penutupan lama selama lebih dari satu dekade sebelum dilakukan renovasi total yang rampung akhir tahun lalu. Modernisasi meliputi pemasangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menampilkan pertunjukan astronomi lebih interaktif dan edukatif bagi pengunjung dari segala umur. Terletak di komplek budaya Taman Ismail Marzuki, Planetarium kini menjadi destinasi utama wisata edukasi astronomi di Jakarta yang mampu menarik kelompok pelajar serta keluarga saat libur sekolah atau akhir pekan.

Lonjakan pengunjung dan antusiasme publik ini menunjukkan keberhasilan strategis pengembangan Planetarium yang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan astronomi. Namun, kondisi ini juga menimbulkan tantangan baru terkait pengelolaan antrean dan kapasitas penayangan yang perlu terus dievaluasi. Dari sisi pengawasan, pengelola Jakarta Propertindo mengindikasikan akan memperkuat sistem kanal resmi serta memperketat pengawasan untuk memerangi praktik calo tiket demi menjaga keadilan akses masyarakat luas.

Bagi pengunjung yang berencana datang, pengelola secara tegas mengimbau agar selalu membeli tiket melalui kanal resmi baik daring maupun loket on the spot sesuai aturan jam pembukaan. Sistem pembagian kuota dan jadwal pertunjukan akan terus disesuaikan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung berikutnya tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Dengan langkah ini, Planetarium TIM diharapkan bisa terus berperan sebagai wahana edukasi astronomi terdepan yang inklusif dan ramah bagi siapa saja yang ingin belajar dan menikmati keajaiban langit.

Kelangkaan tiket online, antrean panjang di loket, dan sistem kuota ketat merupakan gambaran nyata situasi pembelian tiket Planetarium TIM saat ini. Meski demikian, transparansi dan pengelolaan tiket yang profesional serta teknologi baru yang diusung menjadi bukti upaya serius Jakarta Propertindo mengangkat kembali Planetarium sebagai destinasi edukasi astronomi yang paling diminati di Jakarta. Ke depan, pengembangan sistem antrean digital dan penambahan kapasitas penayangan bisa menjadi solusi agar antusiasme masyarakat tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengurangi kualitas pengalaman edukasi astronomi.

Tentang Raden Aditya Pratama

Raden Aditya Pratama adalah Jurnalis Senior dengan lebih dari 12 tahun pengalaman mendalam dalam bidang teknologi informasi dan inovasi digital di Indonesia. Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi tahun 2011, Aditya memulai karirnya sebagai reporter teknologi di salah satu media nasional terkemuka. Selama dekade terakhir, ia fokus meliput perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, startup digital, serta transformasi industri 4.0. Beberapa artikel investigasi

Periksa Juga

Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Ibu dan Dua Anak Tewas di Jakut

Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Ibu dan Dua Anak Tewas di Jakut

Polres Metro Jakut selidiki kematian misterius ibu dan dua anak, periksa 10 saksi serta amankan bukti. Tunggu hasil autopsi untuk penyebab pasti kemat