DaerahBerita.web.id – Danantara akan mengumumkan tender pertama untuk Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Februari 2026. Tender ini mencakup pengembangan teknologi Waste to Energy (WTE) di empat kota besar Indonesia, yaitu Bogor, Bekasi, Yogyakarta, dan Denpasar. Proses tender dijadwalkan selesai pada akhir Februari 2026, dengan target operasional komersial proyek yang akan dimulai pada akhir 2027.
Proyek PSEL yang dikelola oleh Danantara bertujuan mengubah sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Fadli Rahman, Lead Waste to Energy BPI Danantara, menjelaskan bahwa lokasi proyek dipilih berdasarkan potensi sampah dan kebutuhan energi di setiap kota, sehingga dampak lingkungan dan sosial dapat diminimalkan. Keempat kota tersebut menjadi pilot project dalam rangka mempercepat transisi energi bersih dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Dalam proses seleksi, Danantara telah menyaring sekitar 200 perusahaan penyedia teknologi menjadi 24 perusahaan asing yang lolos untuk mengikuti tahap tender. Perusahaan-perusahaan ini berasal dari negara-negara dengan pengalaman kuat dalam teknologi WTE, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Diantaranya adalah Mitsubishi Heavy Industries, ITOCHU Corporation, China Everbright Environment Group, serta PT MCC Technology Indonesia. Stefanus Ade, Managing Director Danantara, menegaskan bahwa pemilihan perusahaan dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kualitas teknologi, rekam jejak operasional, serta komitmen terhadap standar lingkungan.
BPI Danantara Indonesia mengambil peran sentral dalam pengelolaan investasi dan koordinasi tender proyek PSEL. Fadli Rahman menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan proses tender berjalan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Kami mengutamakan integritas dan efisiensi dalam proses pemilihan mitra teknologi agar hasilnya optimal bagi pembangunan energi bersih nasional,” ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Jadwal pelaksanaan proyek dirancang dengan target yang realistis dan ambisius. Setelah tender selesai pada akhir Februari 2026, Danantara menargetkan pembangunan instalasi WTE dapat dimulai segera dan operasional komersial sudah berjalan paling lambat pada akhir 2027. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menambahkan bahwa saat ini finalisasi kesepakatan joint venture dan Power Purchase Agreement (PPA) tengah dipercepat agar tidak menghambat timeline proyek. “Kami berupaya menyelesaikan kontrak dan perjanjian bisnis dalam kuartal pertama tahun depan, membuka jalan bagi implementasi yang lancar,” jelasnya.
Proyek PSEL ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon. Dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengatasi permasalahan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di perkotaan. Selain keempat kota pilot, Danantara berencana memperluas proyek ini secara bertahap ke lebih dari 30 kota di seluruh Indonesia, sebagai upaya sistematis menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Dampak positif dari proyek ini tidak hanya pada aspek energi, tetapi juga lingkungan dan sosial. Pengolahan sampah secara modern dapat menurunkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, mengurangi pencemaran tanah dan air, serta meminimalkan emisi gas rumah kaca. Dari sisi sosial, proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Dalam menjalankan proyek ini, Danantara akan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta berbagai pemangku kepentingan. Monitoring ketat terhadap proses tender, pembangunan, dan operasional menjadi prioritas agar proyek berjalan sesuai rencana dan standar mutu yang tinggi. Stefanus Ade menyatakan, “Kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta adalah kunci sukses mewujudkan visi energi bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.”
Ke depan, publik dan para investor bisa memantau perkembangan proyek PSEL melalui laporan resmi Danantara yang akan dirilis secara berkala. Dengan dukungan teknologi canggih dan komitmen investasi yang kuat, proyek ini diharapkan menjadi pionir dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah di Indonesia sekaligus memperkuat posisi nasional dalam transisi energi bersih.
Lokasi Proyek |
Perusahaan Penyedia Teknologi |
Asal Negara |
Status |
|---|---|---|---|
Bogor |
Mitsubishi Heavy Industries |
Jepang |
Lolos Seleksi |
Bekasi |
ITOCHU Corporation |
Jepang |
Lolos Seleksi |
Yogyakarta |
China Everbright Environment Group |
Tiongkok |
Lolos Seleksi |
Denpasar |
PT MCC Technology Indonesia |
Indonesia |
Lolos Seleksi |
Pengumuman tender pertama proyek PSEL oleh Danantara menandai langkah strategis dalam pengembangan energi terbarukan nasional. Dengan melibatkan 24 perusahaan teknologi terpilih yang sudah memiliki rekam jejak di bidang WTE, proyek ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih dan memberikan solusi konkret dalam pengelolaan sampah Indonesia yang selama ini menjadi tantangan besar. Target operasional yang realistis pada akhir 2027 menunjukkan komitmen Danantara dalam mewujudkan proyek ini tepat waktu dan berdampak luas.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan PSEL di kota-kota lain di Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih besar dalam sektor energi hijau. Pemantauan ketat dan keterlibatan aktif pemerintah serta stakeholder akan menjadi kunci penting agar proyek ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang optimal bagi masyarakat luas.
Daerah Berita Berita Daerah Berita Informasi Terbaru