Tim SAR Temukan 6 Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

Tim SAR Temukan 6 Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

DaerahBerita.web.id – Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dari enam jenazah tersebut, satu korban sudah berhasil dievakuasi ke puncak gunung untuk proses identifikasi lebih lanjut. Evakuasi ini berlangsung di medan yang sangat terjal dengan kondisi cuaca ekstrem, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi tim pencarian dan pertolongan.

Penemuan korban berada dalam radius sekitar 50 meter dari bagian ekor pesawat yang terdampar di ketinggian antara 250 hingga 350 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan sudah mengalami pembusukan akibat lamanya waktu sejak kecelakaan, ditambah medan yang curam dan sulit dijangkau membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan unsur kepolisian serta bantuan dari Search and Rescue Unit darat terus melakukan upaya maksimal meskipun terkendala cuaca buruk yang kerap menurunkan visibilitas di lokasi.

Proses evakuasi satu jenazah yang berhasil diangkat ke puncak gunung disampaikan langsung oleh Kasi Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. Ia menjelaskan bahwa tim harus melalui jalur darat yang ekstrem dan melakukan pendakian dengan peralatan khusus untuk mengangkat korban. “Cuaca yang tidak bersahabat serta medan yang terjal membuat evakuasi menjadi sangat berat, namun kami akan terus berusaha agar seluruh korban dapat segera dievakuasi dengan aman,” ujarnya. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, menambahkan bahwa operasi pencarian menggunakan kombinasi jalur darat dan udara untuk mempercepat proses, namun harus sangat berhati-hati karena risiko longsor dan jurang dalam.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi juga memberikan keterangan terkait temuan korban dan proses evakuasi. Ia menyebutkan bahwa medan yang curam di lereng Gunung Bulusaraung sangat menantang bagi tim SAR, apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan pengalaman operasi medan terjal agar evakuasi dapat berjalan efektif dan korban dapat segera diselamatkan,” tuturnya. Dody juga menegaskan pentingnya koordinasi antar instansi dalam operasi yang melibatkan banyak pihak ini.

Baca Juga  Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat ATR 42 di Gunung Bulusaraung

Salah satu perkembangan signifikan dalam investigasi kecelakaan ini adalah ditemukannya dua unit black box pesawat ATR 42-500 di bagian ekor pesawat. Black box tersebut kini telah diamankan dan direncanakan segera dikirim ke Jakarta untuk dianalisis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Analisis black box ini sangat krusial untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan memberikan rekomendasi keselamatan penerbangan ke depan.

Hingga saat ini, total korban yang ditemukan berjumlah delapan jenazah lengkap, ditambah beberapa potongan tubuh yang masih dalam proses pencarian. Dari jenazah yang ditemukan, dua di antaranya sudah berhasil diidentifikasi, termasuk pramugari Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana. Tim SAR masih terus berupaya mencari korban terakhir yang diperkirakan berada di lokasi yang sulit dijangkau.

Operasi SAR yang masih berlangsung ini menghadirkan tantangan besar terkait keselamatan tim evakuasi. Medan yang terjal, cuaca ekstrem, serta kondisi jenazah yang membusuk menuntut kesiapan fisik dan mental serta penggunaan prosedur keselamatan ketat. Basarnas dan semua pihak terkait memastikan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama selama operasi. Selain itu, koordinasi dengan otoritas penerbangan dan KNKT terus diintensifkan guna mendukung proses investigasi dan evakuasi secara menyeluruh.

Situasi ini juga menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat dan pihak keluarga korban. Pemerintah dan instansi terkait berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi para korban serta memastikan proses evakuasi dan identifikasi berjalan transparan dan profesional. Kementerian Perhubungan dan Basarnas telah membuka posko informasi untuk membantu keluarga korban mendapatkan kabar terbaru dan dukungan psikologis.

Ke depan, operasi SAR akan tetap berlanjut dengan fokus utama menemukan seluruh korban dan mengamankan seluruh bukti kecelakaan, termasuk komponen pesawat yang masih tersebar di lokasi. Tim investigasi KNKT akan bekerja sama dengan Basarnas dan otoritas penerbangan untuk menuntaskan penyebab kecelakaan serta memberikan rekomendasi keselamatan yang dapat mencegah kejadian serupa.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini menjadi peringatan penting bagi pengelolaan penerbangan di wilayah yang memiliki medan dan cuaca ekstrim seperti Sulawesi Selatan. Penanganan cepat dan profesional oleh tim SAR gabungan serta keterbukaan informasi diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menuntaskan proses duka bagi keluarga korban dan publik secara luas.

Aspek
Detail
Keterangan
Jumlah Jenazah Ditemukan
8 jenazah lengkap + potongan tubuh
Dalam radius 50 meter dari ekor pesawat
Lokasi Penemuan
250-350 meter dari puncak Gunung Bulusaraung
Medan terjal dan sulit diakses
Korban Teridentifikasi
2 orang (pramugari dan staf KKP)
Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana
Black Box
2 unit ditemukan di ekor pesawat
Akan dianalisis oleh KNKT di Jakarta
Kendala Operasi
Cuaca buruk dan medan ekstrim
Menghambat proses evakuasi korban lain
Tim SAR
Basarnas, TNI, Polri, Search and Rescue Unit darat
Operasi gabungan dengan jalur darat dan udara

Dengan perkembangan terbaru ini, publik dan keluarga korban diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat. Proses evakuasi yang masih berjalan menuntut kesabaran dan dukungan dari semua pihak agar seluruh korban dapat ditemukan dan diidentifikasi dengan baik. Pihak berwenang menegaskan bahwa keselamatan dan profesionalisme tetap menjadi fokus utama dalam menghadapi situasi sulit di Gunung Bulusaraung ini.

Tentang Arya Pratama Santoso

Arya Pratama Santoso merupakan Social Media Expert dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri teknologi digital Indonesia. Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar S1 Sistem Informasi, Arya mengawali kariernya sebagai Digital Marketing Specialist pada perusahaan startup teknologi terkemuka tahun 2012. Sejak 2016, ia fokus menangani strategi media sosial dan pengembangan kampanye digital yang mengintegrasikan teknologi AI dan analitik data untuk mengoptimalkan engagement. Arya dikenal

Periksa Juga

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon ruang kelas SMPN 60 Surabaya runtuh akibat angin kencang, evakuasi 11 kelas dilakukan cepat tanpa korban luka serius. Simak langkah penanganann