DaerahBerita.web.id – Banjir bandang hebat melanda empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menimbulkan kerusakan signifikan dan korban jiwa. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut pada dini hari, memicu aliran air deras dan longsoran tanah. Data resmi menyebutkan setidaknya 11 orang meninggal dunia, 6 orang masih dinyatakan hilang, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka. Tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan operasi evakuasi dan pencarian di lokasi terdampak.
Empat kecamatan terdampak banjir bandang ini yaitu Siau Timur, Siau Barat, Siau Barat Selatan, dan Siau Timur Selatan. Desa-desa yang paling parah terkena dampak antara lain Batusenggo, Peling, Laghaeng, dan Bahu. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman, salah satunya di Gedung GMIST Bethbara, yang kini menjadi pusat pengungsian sementara. Kepala BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny S, melaporkan bahwa selain korban jiwa, banyak rumah dan infrastruktur umum mengalami kerusakan berat, termasuk akses jalan yang tertimbun material longsor.
Banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 02.30 hingga 03.00 WITA, saat curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Fenomena cuaca ekstrem ini diduga berkaitan dengan pergerakan siklon tropis di wilayah Sulawesi Utara yang menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu longsoran serta aliran air deras ke pemukiman warga. Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa intensitas hujan yang luar biasa tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu utama bencana ini.
Operasi penyelamatan dan bantuan darurat terus digerakkan oleh tim gabungan dari BPBD dan BNPB bersama aparat setempat. Tim reaksi cepat masih fokus melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang terperangkap. Kondisi lapangan cukup menantang karena banyak lokasi yang sulit diakses akibat tertimbun material tanah dan batu. Fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan sarana kesehatan juga mengalami kerusakan, memperlambat proses penanganan bencana.
Kepala BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny S, mengungkapkan, “Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan BNPB dan pihak terkait untuk mempercepat evakuasi dan bantuan bagi korban. Situasi di lapangan cukup sulit, namun kami berupaya maksimal agar tidak ada korban yang tertinggal.” Sementara itu, Abdul Muhari dari BNPB menambahkan, “Pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat sekaligus melakukan pemantauan cuaca guna mengantisipasi potensi bencana susulan.”
Dampak sosial ekonomi dari banjir bandang ini cukup dirasakan oleh masyarakat setempat. Selain kehilangan harta benda dan tempat tinggal, akses transportasi dan komunikasi menjadi terganggu. Aktivitas perdagangan dan pendidikan juga lumpuh sementara waktu. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang masih mungkin terjadi mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.
Bencana ini kembali menegaskan pentingnya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana seperti Kepulauan Sitaro. Peningkatan sistem peringatan dini, penataan lingkungan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang. Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD telah menyiapkan rencana pemulihan pascabencana serta distribusi bantuan kemanusiaan yang meliputi logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur.
Banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ini menjadi peringatan keras akan dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin nyata. Penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci menyelamatkan korban dan memulihkan kondisi masyarakat. Pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan terus berupaya maksimal agar situasi dapat segera kembali normal dan warga bisa menjalani aktivitasnya dengan aman.
Kecamatan Terdampak |
Desa Terparah |
Korban Meninggal |
Korban Hilang |
Pengungsi |
|---|---|---|---|---|
Siau Timur |
Batusenggo, Peling |
4 |
2 |
Ratusan |
Siau Barat |
Laghaeng |
3 |
1 |
Ratusan |
Siau Barat Selatan |
Bahu |
2 |
2 |
Puluhan |
Siau Timur Selatan |
– |
2 |
1 |
Puluhan |
Tabel di atas merangkum kerusakan dan dampak korban di empat kecamatan terdampak banjir bandang di Kepulauan Sitaro. Data ini bersumber dari laporan resmi BPBD dan BNPB yang terus diperbarui sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Bencana ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, khususnya di wilayah rentan seperti Kepulauan Sitaro. Penguatan jaringan komunikasi darurat dan kesiapan tim tanggap bencana sangat penting agar respons terhadap bencana berikutnya dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Langkah sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi harapan utama untuk mengurangi risiko dan dampak bencana alam di masa depan.