Polisi Selidiki Sumber Asap Tebal di Tambang Emas Antam Bogor

Polisi Selidiki Sumber Asap Tebal di Tambang Emas Antam Bogor

DaerahBerita.web.id – Asap tebal muncul di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang memicu kekhawatiran akan keselamatan para pekerja dan kondisi lingkungan sekitar. Dugaan awal mengarah pada pembakaran tiang kayu sebagai sumber asap, namun penyelidikan lebih mendalam masih tertunda karena kadar karbon monoksida di lokasi mencapai 1.200 ppm—jauh melampaui batas aman—sehingga akses ke dalam lubang tambang belum memungkinkan. Semua pekerja telah dievakuasi dengan aman tanpa adanya korban jiwa.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa pihaknya masih berupaya mengidentifikasi sumber asap yang menyelimuti level tambang 700 Ciurug tersebut. “Kami belum dapat memasuki area terdampak karena konsentrasi karbon monoksida yang sangat tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan tim penyelidik,” ujarnya. Kondisi tersebut membuat proses investigasi harus menunggu situasi yang lebih aman agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

Kadar karbon monoksida yang terukur di lokasi tambang mencapai 1.200 ppm, angka ini jauh di atas ambang batas aman yang biasanya berada di kisaran 50 ppm untuk paparan jangka pendek. Asap diperkirakan berasal dari pembakaran tiang kayu penyangga dalam tambang yang mungkin terjadi karena percikan api atau proses alami lain di dalam lubang tambang. Pengukuran ini dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Forkopimda Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat. Semua pekerja tambang langsung dievakuasi untuk menghindari paparan berbahaya, dan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa atau luka.

General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menegaskan bahwa kabar ledakan maupun pekerja yang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar. “Kami pastikan tidak ada ledakan dan semua pekerja telah berhasil dievakuasi dengan aman. Video yang viral di media sosial bukan kondisi terkini, sehingga masyarakat jangan mudah terpengaruh informasi yang belum diverifikasi,” katanya. Pernyataan ini penting untuk meredam kekhawatiran publik dan mencegah penyebaran hoaks yang dapat memperkeruh situasi.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Sikap Soal Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo

Dampak dari kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dan prosedur keselamatan yang optimal di area tambang. Karbon monoksida adalah gas beracun yang tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga keberadaannya sulit terdeteksi tanpa alat khusus. Paparan dalam kadar tinggi dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, kehilangan kesadaran, bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, langkah evakuasi cepat dan pengukuran kadar gas menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini.

Selain itu, insiden ini juga mengingatkan perlunya peningkatan sistem deteksi dini dan manajemen risiko di lingkungan tambang, terutama pada level tambang bawah tanah seperti 700 Ciurug yang memiliki risiko kebakaran dan akumulasi gas berbahaya lebih tinggi. Koordinasi antara perusahaan, aparat keamanan, dan instansi terkait seperti BPBD dan Damkar sangat krusial untuk memastikan keselamatan pekerja dan kelancaran operasional tambang ke depan.

Ke depan, Polres Bogor bersama PT Antam berencana melanjutkan investigasi secara menyeluruh setelah kondisi di dalam tambang dinyatakan aman. “Kami akan terus memantau perkembangan dan segera melakukan tindakan investigasi lanjutan guna memastikan penyebab pasti terjadinya asap dan potensi risiko lain yang mungkin muncul,” tambah AKBP Wikha Ardilestanto. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan menunggu update resmi dari pihak berwenang.

Penanganan cepat dan transparansi informasi menjadi kunci utama dalam mengelola krisis ini agar tidak menimbulkan kepanikan. Dengan kolaborasi yang solid antara perusahaan tambang, aparat keamanan, dan instansi terkait, diharapkan risiko kesehatan dan keselamatan kerja bisa diminimalisir serta kepercayaan publik tetap terjaga. Situasi di tambang Antam UBPE Pongkor kini masih dalam pengawasan intensif, dengan fokus utama pada keselamatan pekerja dan kelangsungan operasional tambang yang berkelanjutan.

Baca Juga  Menkes Budi Sadikin Ungkap Solusi Tiket Mahal Relawan Aceh
Aspek
Detail
Status
Lokasi
Tambang Emas PT Antam UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor
Aktif
Kadar Karbon Monoksida
1.200 ppm (bahaya tinggi)
Sedang dipantau
Sumber Asap
Dugaan pembakaran tiang kayu penyangga dalam tambang
Dalam penyelidikan
Evakuasi Pekerja
Semua pekerja dievakuasi aman tanpa korban
Selesai
Investigasi Polisi
Belum masuk area terdampak, menunggu kondisi aman
Berlangsung
Klarifikasi Informasi Viral
Tidak ada ledakan, video viral bukan kondisi saat ini
Terverifikasi

Insiden asap di tambang Antam UBPE Pongkor ini menjadi peringatan penting tentang risiko kerja di pertambangan bawah tanah dan perlunya sistem keselamatan yang lebih canggih. Melalui investigasi yang berkelanjutan dan perbaikan prosedur, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, menjaga keselamatan pekerja dan stabilitas operasional tambang. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari Polres Bogor dan PT Antam sebagai sumber terpercaya.

Tentang Aditya Pramudito

Aditya Pramudito adalah jurnalis teknologi yang memiliki spesialisasi dalam bidang politik digital dan teknologi kebijakan publik di Indonesia. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia, ia mengawali kariernya sejak 2012 sebagai reporter di beberapa media terkemuka seperti Kompas dan Detik.com. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Aditya fokus pada analisis dampak teknologi dalam dinamika politik serta perkembangan regulasi teknologi di Tanah Air. Ia juga dikenal melalui berbagai arti

Periksa Juga

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon ruang kelas SMPN 60 Surabaya runtuh akibat angin kencang, evakuasi 11 kelas dilakukan cepat tanpa korban luka serius. Simak langkah penanganann