Banjir Genangi Klinik Tradisional Serang, Pasien Terjebak Darurat

Banjir Genangi Klinik Tradisional Serang, Pasien Terjebak Darurat

DaerahBerita.web.id – Pasien klinik tradisional di Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, terjebak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Sekitar 20 pasien yang sedang menjalani pengobatan tradisional tidak dapat keluar dari klinik karena genangan air mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Kondisi ini memicu kebutuhan evakuasi darurat yang belum dapat terlaksana karena akses menuju klinik terhalang banjir.

Hujan deras yang terjadi sejak pagi hari menyebabkan luapan air meluap di sejumlah titik di Baros, terutama setelah sistem drainase tersumbat dan irigasi Kali Cisereh jebol. Air mulai merendam Klinik Tradisional Kampung Polokiong sekitar pukul 12.00 WIB, menjebak pasien dan staf klinik di dalam. Selain klinik, puluhan rumah warga dan kantor desa juga ikut terendam banjir, menambah kompleksitas penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pemilik klinik, Hendri, menyampaikan bahwa banjir yang melanda Kampung Polokiong sangat dipengaruhi oleh buruknya sistem drainase di kawasan itu serta posisi geografis yang relatif rendah dibandingkan daerah sekitar. “Air dari pasar yang berada di ketinggian mengalir deras melalui gorong-gorong yang sempit dan akhirnya menggenangi pemukiman kami,” ujar Hendri. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat bahwa sebanyak 33 rumah di RT 06/RW 01 terdampak parah, dengan total 174 jiwa mengalami dampak langsung dari banjir ini.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh pasien klinik, tetapi juga warga lansia dan anak-anak yang berada di kantor desa Baros. Selain itu, di Kampung Siliwung, satu rumah dengan enam penghuni turut terendam air. Situasi ini memperlihatkan meluasnya area terdampak dan meningkatnya kebutuhan evakuasi serta bantuan darurat yang harus segera ditangani oleh pihak terkait.

Baca Juga  Mengapa BPK Gagal Hitung Kerugian Negara Kasus Nikel Konawe Utara?

Hingga saat ini, evakuasi pasien dari klinik belum dapat dilakukan karena akses utama terputus oleh genangan air yang cukup tinggi. Hendri berharap agar dinas terkait dan BPBD segera memberikan bantuan untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat. Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Banten telah mengerahkan armada mobil tanki untuk mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak sebagai bagian dari respon cepat penanggulangan bencana.

Banjir yang terjadi di Desa Baros ini menggarisbawahi perlunya perbaikan infrastruktur drainase dan mitigasi risiko bencana di wilayah rawan banjir Serang. Sistem drainase yang buruk dan posisi geografis yang rentan menyebabkan potensi banjir menjadi lebih besar saat hujan deras melanda. Penanganan cepat dan koordinasi efektif antar instansi menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materiil di masa mendatang.

Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk dengan memperbaiki saluran drainase dan melakukan pemantauan cuaca secara intensif. Langkah-langkah mitigasi seperti perbaikan gorong-gorong dan penguatan sistem irigasi juga sangat penting untuk meminimalisasi dampak banjir yang berulang. Koordinasi antara BPBD, PMI, dan masyarakat lokal harus diperkuat agar proses evakuasi dan bantuan berjalan lancar, terutama saat kondisi darurat seperti ini.

Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di Kecamatan Baros dan sekitarnya menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa. Selain itu, edukasi kepada warga tentang kesiapsiagaan bencana dan jalur evakuasi harus terus digalakkan. Dengan demikian, risiko korban dan kerugian akibat banjir dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan ketahanan komunitas terhadap bencana alam.

Situasi darurat banjir di Baros dan sekitarnya terus dipantau oleh BPBD Kabupaten Serang dan PMI Banten. Mereka mengimbau warga untuk tetap waspada terutama saat hujan lebat berpotensi berlanjut. Penanganan cepat dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama untuk memastikan keselamatan pasien dan warga terdampak, serta mengurangi dampak kerusakan fasilitas umum dan rumah warga. Langkah strategis ini diharapkan dapat membangun ketahanan wilayah terhadap risiko banjir di masa mendatang.

Tentang Aditya Pranowo

Aditya Pranowo adalah jurnalis senior yang berpengalaman lebih dari 12 tahun dalam peliputan olahraga, khususnya sepak bola, bulu tangkis, dan olahraga nasional Indonesia. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dengan predikat Cum Laude, Aditya mulai berkarier di media cetak sebelum beralih ke platform digital, memberikan liputan mendalam dan analisis tajam seputar dunia olahraga. Selama karirnya, ia pernah menjadi redaktur senior di beberapa portal berita olahraga terkemuka dan dipercaya

Periksa Juga

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon Ambruk di SMPN 60 Surabaya, Evakuasi 11 Kelas Cepat

Plafon ruang kelas SMPN 60 Surabaya runtuh akibat angin kencang, evakuasi 11 kelas dilakukan cepat tanpa korban luka serius. Simak langkah penanganann